Bentuk lampau have: had untuk keduanya, dan 'd yang telinga sering lewatkan

The Wallaby17 min read12 views
Bentuk lampau have: had untuk keduanya, dan 'd yang telinga sering lewatkan
On this page

Anda sedang mendengarkan dictation sebuah percakapan kantor. Pembicara melontarkan satu kalimat, Anda menulis ulang menjadi "We have this problem before", lalu garis merah muncul tepat di kata kedua. Kalimat yang benar adalah "We've had this problem before". Anda kehilangan tepat satu konsonan dan kalimat Anda salah tata bahasa sekaligus salah tense. Jawaban singkat dulu: simple past dari have adalah had, dan past participle dari have juga had. Orang ketiga tunggal di present tense adalah has, bentuk V-ing adalah having.

Dua bentuk yang sama terdengar seperti kabar baik, tapi itu memindahkan seluruh kesulitan ke tempat lain. Pertama, had melakukan dua hal yang sangat berbeda dalam kalimat: bisa jadi kata kerja utama di simple past, dan juga auxiliary untuk past perfect. Ketika kata kerja utama kebetulan juga have, Anda dapat kalimat "I had had enough", kalimat yang benar-benar benar tapi terlihat seperti salah ketik. Kedua, have, has, had hampir tidak pernah diucapkan penuh. Mereka disingkat jadi 've, 's, 'd, masing-masing hanya tersisa satu konsonan menempel ke subjek, dan 'd juga dipakai bersama would.

Artikel ini menelusuri seluruh rangkaian itu: tabel bentuk have, mengapa V2 dan V3 sama, cara membedakan had sebagai kata kerja utama dengan had sebagai auxiliary, lapisan makna have yang bahasa Indonesia gabungkan ke kata "punya", dan bagian paling penting bagi yang latihan listening: bagaimana have, has, had, 've, 'd terdengar saat penutur asli berbicara dengan kecepatan normal.

Tabel bentuk have, dan mengapa V2 sama dengan V3

Lima bentuk, ringkas dalam satu tabel. Kolom transkripsi memakai aksen Amerika sebagai standar; di mana aksen Inggris jelas berbeda, dicantumkan tambahan. Kolom terakhir supaya Anda bisa melihat di mana setiap bentuk berada dalam kalimat.

BentukKataTranskripsiContoh singkat
Bentuk dasar (V1)have/hæv/ (bentuk lemah /həv/, /əv/)They have two kids.
Orang ketiga tunggalhas/hæz/ (bentuk lemah /həz/, /əz/)She has a meeting.
Simple past (V2)had/hæd/ (bentuk lemah /həd/, /əd/)I had a headache.
Past participle (V3)had/hæd/She has had it since June.
Present participlehaving/ˈhævɪŋ/We are having lunch.

have termasuk kelompok kata kerja yang V2 dan V3-nya sama, dan sama karena keduanya dibentuk dengan cara yang sama: batang kata dipendekkan lalu ditambah akhiran /d/ atau /t/. Satu kelompok dengannya: make jadi made, say jadi said, hear jadi heard, tell jadi told, sell jadi sold, build jadi built, send jadi sent, spend jadi spent. Melihat seluruh kelompok sekaligus, Anda akan lihat mereka tidak acak seperti saat belajar satu per satu.

Khusus have, jalurnya jelas. Bahasa Inggris Kuno punya kata kerja habban, bentuk lampau hæfde. Saat akhiran lampau -de menempel, konsonan tengah hilang, hæfde menciut jadi hadde lalu had. make mengikuti jalur yang sama: macode menciut jadi made. Dengan kata lain, had bukan bentuk aneh yang jatuh dari langit, melainkan have yang dipadatkan di sekitar akhiran lampau.

Konsekuensi praktis bagi pelajar ada dua sisi. Sisi mudah: Anda hanya perlu mengingat satu kata untuk kolom V2 dan V3, tidak ada jebakan seperti went dengan gone. Sisi sulit: kalimat tidak lagi memberi petunjuk bentuk untuk mengetahui peran had, Anda harus membaca posisinya dalam kalimat. Itulah seluruh isi bagian berikutnya.

have juga salah satu dari tiga kata kerja yang sekaligus jadi kata kerja utama dan auxiliary, bersama be dan do, dan ketiganya tidak beraturan dengan caranya masing-masing. Simple past dari make layak dibaca tepat setelah artikel ini karena made dibentuk dengan mekanisme pemadatan yang sama seperti had. Simple past dari be melangkah lebih jauh, punya dua bentuk lampau: was dan were. Sedangkan simple past dari do adalah keping terakhir dari set auxiliary, karena did menguasai semua pertanyaan dan kalimat negatif di masa lampau. Jika Anda mengulang seluruh sistem, artikel tata bahasa Inggris menempatkan tense dan kata kerja di posisi yang tepat.

Had sebagai kata kerja utama, had sebagai auxiliary

Prinsip paling ringkas: had berdiri sendiri adalah kata kerja utama di simple past, had tepat sebelum participle V3 adalah auxiliary past perfect. Tidak ada pengecualian untuk aturan posisi ini, bahkan ketika participle di belakangnya kebetulan juga had.

Karena itu "I had had enough" adalah kalimat benar dan wajar: had pertama auxiliary, had kedua kata kerja utama. Demikian pula, "She has had a rough week" memakai has sebagai auxiliary dan had sebagai kata kerja utama. Kalimat terdengar aneh di kertas tapi penutur asli mengucapkannya setiap hari.

KalimatBenar atau salahMengapa
I had a fever last night.BenarSimple past, had adalah kata kerja utama
I have had a fever since Monday.BenarPresent perfect, have auxiliary, had kata kerja utama
I have a fever since Monday.Salahsince butuh perfect tense, harus have had
By noon she had finished the report.BenarPast perfect, had dengan participle finished
Did you had breakfast?SalahSetelah did bentuk dasar, harus Did you have
He had had two interviews before that one.BenarPast perfect dari kata kerja have itu sendiri

Kebingungan kedua bukan soal tata bahasa melainkan makna. Bahasa Indonesia menggabungkan sebagian besar penggunaan have ke satu kata "punya", sementara bahasa Inggris memberi have setidaknya lima peran berbeda, dan masing-masing peran punya struktur sendiri. Tabel di bawah memisahkan kelima peran itu, semua ditulis dalam bentuk lampau supaya Anda terbiasa dengan wajah had di setiap peran.

KalimatPeran haveArti sebenarnya
She had an old Honda.KepemilikanDia punya Honda tua
We had lunch at noon.Pengalaman, tindakanKami makan siang jam dua belas, bukan memiliki makan siang
I had to leave early.KewajibanSaya terpaksa pulang lebih awal, ini have to
He had the car repaired.KausatifDia suruh mobil diperbaiki, yang memperbaiki mekaniknya
He had repaired the car.AuxiliaryDia sudah memperbaiki mobil sendiri sebelum titik waktu tertentu
You had better call her.Saran kuatLebih baik Anda telepon dia, bukan masa lampau

Dua baris terakhir patut diperhatikan. "He had the car repaired" dan "He had repaired the car" hanya beda urutan, tapi maknanya jauh berbeda: satu pihak bayar orang lain memperbaiki, satu pihak memperbaiki sendiri. Saat mendengarkan, urutan itu melewati dalam kurang dari satu detik, dan jika Anda hanya menangkap tiga kata had, car, repaired, Anda tidak punya cara menebak siapa yang memegang kunci inggris.

Had better bukan masa lampau sedikit pun, meski memakai kata had. Ini bicara tentang sekarang dan masa depan, dan dalam ucapan nyata sering disingkat sampai hanya "you better" atau bahkan "better call her". Ini salah satu tempat di mana kata had hilang sepenuhnya dari suara tapi kalimat tetap benar secara tata bahasa dalam bahasa lisan.

Mendengarkan have, has, had dalam ucapan nyata

Ini bagian yang tidak akan Anda temukan di tabel konjugasi, dan untuk have bahkan lebih penting daripada kata kerja lain. Alasannya sederhana: have, has, had hampir selalu kata tanpa tekanan dalam kalimat. Kata tanpa tekanan dipendekkan, ditelan, menempel ke kata di sampingnya. Anda tidak kehilangan karena telinga lemah, Anda kehilangan karena di gelombang suara hampir tidak ada yang tersisa untuk didengar.

have setelah subjek hanya tersisa satu bunyi /v/. "We have had" diucapkan "we've had", dan bagian 've bukan satu suku kata, melainkan getaran pendek menempel di ujung subjek. "They've been waiting" terdengar hampir seperti "theyv been waiting". Kehilangan bunyi /v/ itu berarti kalimat Anda kehilangan satu tense.

'd dari had dan 'd dari would ditulis persis sama. "I'd finished" artinya I had finished, "I'd finish" artinya I would finish. Satu-satunya petunjuk ada di kata setelahnya: participle V3 berarti 'd adalah had, bentuk dasar V1 berarti 'd adalah would. Dalam ucapan cepat, jarak antara finished dan finish hanya satu bunyi /t/ di akhir, bunyi yang paling mudah hilang.

had had yang diucapkan tidak terdengar sebagai dua kali yang jelas. Kata kerja bantu had di depan disingkat jadi /əd/ atau hanya /d/, kata kerja utama had tetap dapat tekanan. "I had had enough" terdengar hampir seperti "aid-had enough" atau "ai-dad enough". Mendengar segumpal seperti itu lalu menuliskannya jadi "I had enough" adalah hal yang sangat sering terjadi.

have to, has to, had to ikut mengubah konsonannya. Bunyi /v/ di depan /t/ kehilangan suara dan jadi /f/, jadi have to keluar "hafta", has to keluar "hasta", had to keluar "hat-ta". Inilah titik di mana have to hilang dari telinga pembelajar, karena Anda menunggu mendengar kata have padahal yang terdengar dimulai dengan /hæf/.

should have, would have, must have disingkat jadi shoulda, woulda, musta. Bagian have dalam ketiga frasa ini hampir selalu tersisa satu bunyi /ə/. Karena bunyi itu terdengar persis seperti kata of, banyak orang menuliskannya "should of", "would of", "must of". Ketiga cara tulis itu semua salah, tapi kesalahan ini muncul dari telinga, bukan dari ingatan tata bahasa.

has setelah kata benda langsung menempel ke kata di depannya. "The boss has had enough" terdengar "the bossiz had enough", seolah boss punya ekor tambahan. "My brother's had a rough year" — 's hanya satu bunyi /z/ di akhir brother. Mendengar tanpa bagian itu, Anda menulis kalimat present simple padahal orang sedang bicara tentang sesuatu yang sudah berlangsung berbulan-bulan.

Kalimat asli, bunyi saat diucapkan cepat, kesalahan tulis yang sering muncul: tabel di bawah menaruh ketiganya berdampingan. Kolom tengah menuliskan persis apa yang ditangkap telinga, bukan transkripsi fonetik standar.

Kalimat asliTerdengar sepertiPembelajar sering menulis
We've had this problem before.wiv had this problem beforeWe have this problem before.
I'd had enough by then.ai-dad enough by thenI had enough by then.
She has to leave at six.shi hasta leave at sixShe hasn't leave at six.
You should have told me.yu shoulda told meYou should of told me.
The boss has had a long day.the bossiz had a long dayThe boss had a long day.
He'd had two coffees already.hi-dad two coffees alreadyHe had two coffees already.

Melihat kolom ketiga, kesalahan jatuh ke tiga kelompok yang sangat jelas. Kelompok pertama: kata fungsi hilang — 've dan 'd tidak terdengar sehingga kalimat turun satu tingkat waktu, seperti baris satu, baris dua, dan baris enam. Kelompok kedua: bunyi didengar benar tapi hurufnya salah, seperti "should of" di baris empat — telinga menangkap dengan tepat tapi otak memilih kata yang salah. Kelompok ketiga: bunyi menempel di antara dua kata, seperti baris tiga dan baris lima, di mana has masuk ke kata di sampingnya dan batas kata hilang.

Ilustrasi konsonan sangat tipis yang terjepit di antara dua bunyi kuat dalam spektrum audio
Huruf 'd pada had sering hanya tersisa sebagai getaran pendek yang terjepit di antara dua kata lain.

Di WELE, satu sesi dictation menunjukkan rangkaian ini berjalan langkah demi langkah. Anda mendengar satu kalimat, menuliskan persis apa yang ditangkap telinga, lalu bagian koreksi langsung menunjuk ke bagian yang salah. Ketika kata yang dicoret adalah 've dalam "we've had" padahal Anda menulis "we have", Anda mendapat informasi yang tabel konjugasi kata kerja tidak pernah berikan: telinga Anda menangkap have tapi kehilangan had — artinya Anda mendengar salah satu dari keduanya, belum mendengar seluruh frasa.

Ingatan melekat tepat saat Anda melihat di mana Anda salah menulis. Setelah membaca tabel lima baris di awal artikel, sepuluh menit kemudian Anda masih tahu bentuk lampau have adalah had, tapi telinga Anda tidak berubah sedikit pun. Menulis tanpa satu huruf 'd lalu mendengar ulang kalimat yang sama — lain kali, ketika bertemu bunyi /d/ tipis di antara subjek dan partisip, telinga Anda sudah punya patokan. Karena have adalah kata kerja paling sering muncul dalam bahasa Inggris lisan, Anda akan segera bertemu patokan itu lagi.

Jika ingin paham mengapa bunyi-bunyi ini hilang bukan karena Anda pendengarannya lemah, artikel connected speech menjelaskan mekanisme penelan dan penghubungan bunyi untuk seluruh kalimat, bukan hanya have. Untuk latihan dengan suara asli, masuk ke podcast di perpustakaan — transkrip perbandingannya sudah tersedia.

Kolokasi yang sering muncul dengan had

have bukan kata kerja yang melahirkan phrasal verb sebanyak go atau take. Kekuatannya ada di collocation, yaitu frasa tetap di mana have berpasangan dengan kata benda dan seluruh frasa membawa makna sendiri. Tiga belas baris di bawah adalah kolokasi paling sering muncul, ditulis dalam bentuk lampau agar Anda terbiasa melihat had dalam konteks nyata. Tiga baris terakhir adalah phrasal verb sebenarnya, dan have hanya segitu banyak.

KolokasiArtiContoh
have breakfast, lunch, dinnerSarapan, makan siang, makan malamWe had dinner at her place.
have a lookMelihat sebentarI had a look at the contract.
have a goMencoba sekaliShe had a go at fixing it herself.
have a word withBicara empat mata sebentarHe had a word with the manager.
have trouble doingKesulitan saat melakukan sesuatuI had trouble finding the address.
have a pointMemang ada benarnyaShe had a point about the deadline.
have second thoughtsBerpikir ulang, raguThey had second thoughts about moving.
have an effect onBer pengaruh terhadapThe rain had an effect on turnout.
have toHarus, wajibI had to work on Saturday.
have something doneMenyuruh atau mempekerjakan orang lainShe had her laptop fixed downtown.
have someone onMengerjai seseorang, bercanda sampai dia percayaHe was having me on the whole time.
have someone overMengundang seseorang ke rumahWe had my in-laws over last weekend.
have it out withMembicarakan sampai tuntas, berdebat sampai selesaiShe finally had it out with him.

Ada satu detail yang perlu diperhatikan di baris have breakfast dan have a look. Dalam keduanya, have sama sekali tidak bermakna milik, dan inilah titik di mana bahasa Vietnam menarik pembelajar ke arah yang salah. "Saya punya satu lihat ke kontrak" bukan kalimat bahasa Indonesia, jadi saat menerjemahkan balik, pembelajar menulis "I looked the contract" atau "I see the contract" alih-alih "I had a look at the contract". Kelompok kolokasi ini hanya bisa dipahami dengan mendengar orang mengucapkannya berkali-kali, tidak bisa diterjemahkan.

Detail lain ada di have to. Banyak pembelajar menganggap have to versi kasual dari must dan berhenti di situ, tapi dalam bentuk lampau kedua kata tidak bisa saling ganti. must hampir tidak punya bentuk lampau dalam makna kewajiban, jadi saat menceritakan masa lalu Anda harus pakai had to. "I must work on Saturday" bicara tentang minggu ini, "I had to work on Saturday" bicara tentang Sabtu yang sudah lewat, dan tidak ada "I musted".

Kesalahan yang sering dilakukan orang Vietnam dengan have

haved dan hadded. Ini refleks menambahkan -ed ke semua kata kerja. have tidak pernah dikonjugasi secara regular, dan had juga tidak perlu ditambah apa pun. Hanya ada had, tidak ada haved, tidak ada hadded, tidak ada haded.

Did you had, didn't had. Bentuk lampau sudah ada di did, jadi kata kerja setelahnya kembali ke bentuk dasar. "Did you have breakfast?" dan "I didn't have time" barulah benar. Kesalahan ini sering muncul tepat saat Anda sedang fokus mengingat bahwa bentuk lampau have adalah had — dan mengingatnya terlalu kencang.

Memakai have menggantikan there is dan there are. Bahasa Vietnam bilang "trong lớp có ba mươi bạn", dan kata "có" itu langsung ditarik jadi have. Kalimat "In my class have thirty students" tidak hanya salah — tidak ada subjeknya. Kalimat benarnya "There are thirty students in my class". Dalam bentuk lampau: "There were thirty students", bukan "had thirty students". Aturan membedakannya singkat: ada orang atau benda yang memiliki sesuatu pakai have, hanya menyatakan keberadaan di suatu tempat pakai there be.

Memakai have untuk usia, perasaan, dan cuaca. "I have twenty five years old" adalah kalimat yang pembelajar tulis mengikuti pola bahasa Vietnam dan Prancis — bahasa Inggris pakai be: "I am twenty five". Demikian pula "I have hungry" harusnya "I am hungry", "I have cold" harusnya "I am cold" atau "I have a cold" jika maksudnya sedang flu. Dalam bentuk lampau: "I was twenty five when I moved here", bukan "I had twenty five".

Should of, would of, must of. Ketiga cara tulis ini muncul langsung dari mendengar. Bagian have dalam should have disingkat jadi bunyi /ə/ yang terdengar persis like of, jadi telinga menuliskannya of. Dalam tulisan, ketiganya dianggap salah, termasuk di email internal. Bentuk benarnya should have, would have, must have, dan bentuk singkat yang sah adalah should've, would've, must've.

Setelah have harus V3, bukan V2. "I have went", "I have did", "I have saw" semuanya salah, bentuk yang benar adalah have gone, have done, have seen. Anda tetap akan mendengar beberapa kalimat seperti ini dari penutur asli, dan juga akan mendengar "we ain't had" atau "I haven't got no time" dalam lirik lagu dan percakapan sehari-hari. Mendengar tidak berarti boleh dipakai: dalam ujian, dalam email kerja, dalam teks apa pun, bentuk-bentuk itu dianggap salah.

Latihan cepat

Delapan kalimat, isi have, has, had atau having. Beberapa kalimat butuh dua kata. Jawabannya ada di akhir, untuk saat Anda sudah menyelesaikan seluruh latihan.

  1. She ______ a fever since Tuesday.
  2. By the time we got there, they ______ already eaten.
  3. Did you ______ time to read the report?
  4. I ______ to work last Saturday, so I missed the trip.
  5. We are ______ dinner right now, can I call you back?
  6. He ______ ______ three interviews before he got the offer.
  7. You ______ better tell her today.
  8. The team ______ a rough month last quarter.

Jawaban: 1. has had. 2. had. 3. have. 4. had. 5. having. 6. had had. 7. had. 8. had.

Kalimat 1 dan kalimat 6 adalah dua kalimat yang layak dihentikan sejenak. Kalimat 1 ada since jadi harus present perfect, dan karena kata kerja utamanya juga have, jawaban lengkapnya has had — hanya mengisi has saja berarti kalimatnya kekurangan kata kerja utama. Kalimat 6 adalah past perfect dari have itu sendiri, yaitu had had, dan memang bentuk yang telinga Anda dengar jadi satu gumpalan di bagian atas. Jika Anda salah di dua kalimat ini, bagian Had sebagai kata kerja utama layak dibaca ulang sekali.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bentuk lampau dari have?

Bentuk past simple dari have adalah had, dan past participle-nya juga had. Satu kata untuk dua kolom, jadi yang perlu diingat bukan hurufnya melainkan posisi had dalam kalimat.

Apakah had had itu kalimat yang salah?

Tidak, itu kalimat yang benar. had pertama adalah kata bantu past perfect, had kedua adalah kata kerja utama. "I had had enough by then" berarti sampai saat itu saya sudah tidak tahan lagi. Serupa di present perfect Anda punya "I have had".

Apa bedanya have got dan have?

Dalam arti kepemilikan, keduanya hampir bisa saling menggantikan — have got condong ke Inggris dan bahasa lisan, have condong ke Amerika dan bahasa tulis. Poin yang perlu diingat: have got tidak punya bentuk lampau yang umum dipakai — untuk masa lampau Anda bilang "I had a car", bukan "I had got a car".

I had to atau I must, pakai yang mana saat menceritakan masa lampau?

Pakai had to. must tidak punya bentuk lampau dalam arti kewajiban, jadi setiap kalimat tentang sesuatu yang terpaksa dilakukan beralih ke had to. "I had to stay late" benar, "I musted stay late" tidak ada.

Mengapa mendengar I'd sering bikin bingung antara had dan would?

Karena keduanya disingkat jadi satu bunyi /d/ menempel pada subjek, dalam suara tidak ada yang membedakan. Petunjuknya ada di kata berikutnya: jika participle V3, 'd berarti had; jika infinitive V1, 'd berarti would. Cara latihan paling efektif adalah menulis ulang banyak pasang kalimat dengan subjek sama lalu lihat di mana tebakan Anda salah.

Berapa lama mendengar have dan had sampai tidak lagi terlewat dalam ucapan cepat?

Untuk aturannya, satu sesi baca dengan tenang sudah cukup. Untuk telinga, tergantung latar mendengar Anda saat ini, dan cara mengukur paling praktis adalah menulis ulang beberapa cuplikan percakapan lalu hitung berapa banyak 've dan 'd yang masih terlewat. Tes tingkat mendengar mencatat titik awal Anda, dan pengukuran berikutnya dibandingkan ke sana.

Tabel bentuk have Anda baca selesai dalam dua puluh detik, dan itu bagian termudah di halaman ini. Sisanya — soal satu 'd tipis yang menentukan kalimat di tense mana, dan soal have to yang terdengar jadi hafta — baru benar-benar masuk telinga saat Anda mendengarnya terlewat lalu melihat di mana transkrip Anda salah. Pilih satu set pendek dan coba dengar-tulis ejaan satu cuplikan yang ada have atau had, lalu kembali ke tabel di awal artikel lihat apakah masih terasa jelas.

The Wallaby
The Wallaby reads, sorts and writes up what actually helps self-learners: dictation, listening practice and keeping an English habit alive.